Selasa, 27 November 2018

Perfection:The Road

Muda bukan berarti kuat
Muda juga bukan berarti lemah
Tua bukan berarti benar
Tua juga bukan berarti salah

Sempurna hanyalah bagi sang Pencipta
Manusia slalu luput dengan kesalahan
Jalan yang berliku akan selalu tercipta
Agar sejatinya mencari sebuah kepastian

Hati sanubari tak pernah berdusta
Pada siapa yang memberi cinta
Tulus atau dusta
Akan slalu nampak pada akhirnya


With love,
AN


Senin, 26 November 2018

Kenangan

Malam ini begitu sunyi
Bulan pun tak menampakkan diri
Mungkin karna hujan baru saja pergi
Aku terdiam hanya seorang diri

Sepenggal cerita mulai hadir
Membuka memori yang seakan terkubur
Tentang sahabat yang tak ada kabar
Saat suka dan duka kita selalu tegar

Tempat itu mungkin berubah
Memori itu akan slalu sama dan indah


With love,
AN


Senin, 24 September 2018

Dia

Dia yang selama ini ku nanti
Dia yang slalu kusebut dalam doa
Dia yang menjadi impian
Akankah dia kini hadir

Sudah lama aku tak merasa begini
Gundah gulana mengetuk pintu hati
Hari-hari yang terasa sunyi
Mulai indah dan berseri

Mungkinkah dia jawaban slama ini yang ku cari
Yang mampu membuka pintu hati
Yang selama ini telah terkunci
Meruntuhkan semua kebekuan hati

Dia diam, aku gundah
Tak karuan menanti kabar
Kemanakah Dia...
Aku hanya mampu menatap gambar..
Tanpa bisa mengungkapkan isi hati

With love,

AN (240918)


Selasa, 29 September 2015

Setangkai Lili Putih

Setangkai lili putih itu....
Kelopaknya masih tergenangi oleh embun pagi
Putihnya bak lambangkan kesucian yang murni
Hingga ingin ku teteskan kemurnian kasih dalam pandanganku

Lili putih itu slalu tertambat di hati, pikiran dan jiwaku

Membangkitkan semangatku untuk mencari jati diri
Menyongsong masa depan dengan keyakinan teguh
Namun slalu menjunjung kesederhanaan

Lili putih...

Engkau slalu menemani rindu-rindu ini
Menyeka setiap bulir bening yang terjatuh dari tepian mataku
Mengingatkanku agar bersujud di penghujung malam
Memohon agar Dia memberikan yang terbaik untuk Kami...



With love,

AN (290915)


Senin, 21 September 2015

I'm Not Lonely

Bukan saatnya merasa paling suci
Ketika menyadari diri ini penuh dosa
Sebab aku hanyalah manusia biasa
Yang tak luput dari salah

Hati ini lebih memilih sendiri
Lebih memilih menyakiti dirinya sendiri, bukan orang lain
Bukan karna terlalu banyak memilih
Tapi hanya untuk menjaga kesucian-Nya
Karena cinta seutuhnya hanyalah kuserahkan Kepada-Nya

Saat pilihan itu datang
Pilihan itu tak pernah salah
Baik buruk memang slalu jadi pertimbangan
Tapi keyakinan slalu berkata
Bahwa Dia tak pernah salah memberi pilihan
Kelak penghuni hati pilihan-Nya
Semoga dapat membimbingku dalam mencari Ridho dan Jannah-Nya...Aamiin

عن رسول الله ص. م. انه كان يقول في دعائه اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب (رواه الترمذي)
Artinya:
Dari Rasulullah Saw. yang bersabda dalam satu doanya, “ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (H R. Al-Tirmidi)..

With Love,

AN

Senin, 14 September 2015

Mimpi

Denyut nadi yang tak henti
Menapak langkah teguhkan hati
Tentang harapan tentang cita
Walau jauh kan ku tempuh jua

Ketika rinduku berubah menjadi rindumu
Mimpi itu kian  mendekat dan mendekap lelap tidurku
Walau kadang mimpi itu terlihat jauh
Tapi jauh bukanlah sebuah kepastian bahwa itu tak akan terwujud

Berlari melewati waktu
Melangkah jauh pergi
Untuk menembus masa depan yang cerah
Tanpa sadar ku dapat semangat baru
dan mengejar segala impian yang terpendam...


With love,

AN 
(140915)

Selasa, 08 September 2015

#Cuplikan - Ayah by Andrea Hirata

Cinta adalah mahkota puisi
Musim adalah giwang puisi
Hujan adalah kalung puisi
Bulan adalah gelang puisi
Cincin adalah perhiasan
(Novel Ayah – Halaman 37)

Datangkan seribu serdadu untuk membekukku!
Bidikkan seribu senapan, tepat ke ulu hatiku!
Langit menjadi saksi bahwa aku di sini, untuk mencintaimu!
Dan biarkan aku mati dalam keharuman cintamu….
(Novel Ayah – Halaman 110)

Kulalui sungai yang berliku
Jalan panjang sejauh pandang
Debur ombak yang menerjang
Kukejar bayangan sayap elang
Di situlah kutemukan jejak-jejak untuk pulang
Ayahku, kini aku telah datang
Ayahku, lihatlah, aku sudah pulang
(Novel Ayah – Halaman 384)

“Ingat, Boi, dalam hidup ini sumua terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu – halaman 394”