Setangkai lili putih itu....
Kelopaknya masih tergenangi oleh embun pagi
Putihnya bak lambangkan kesucian yang murni
Hingga ingin ku teteskan kemurnian kasih dalam pandanganku
Lili putih itu slalu tertambat di hati, pikiran dan jiwaku
Membangkitkan semangatku untuk mencari jati diri
Menyongsong masa depan dengan keyakinan teguh
Namun slalu menjunjung kesederhanaan
Lili putih...
Engkau slalu menemani rindu-rindu ini
Menyeka setiap bulir bening yang terjatuh dari tepian mataku
Mengingatkanku agar bersujud di penghujung malam
Memohon agar Dia memberikan yang terbaik untuk Kami...
With love,
AN (290915)
Selasa, 29 September 2015
Senin, 21 September 2015
I'm Not Lonely
Bukan saatnya merasa paling suci
Ketika menyadari diri ini penuh dosa
Sebab aku hanyalah manusia biasa
Yang tak luput dari salah
Hati ini lebih memilih sendiri
Lebih memilih menyakiti dirinya sendiri, bukan orang lain
Bukan karna terlalu banyak memilih
Tapi hanya untuk menjaga kesucian-Nya
Karena cinta seutuhnya hanyalah kuserahkan Kepada-Nya
Saat pilihan itu datang
Pilihan itu tak pernah salah
Baik buruk memang slalu jadi pertimbangan
Tapi keyakinan slalu berkata
Bahwa Dia tak pernah salah memberi pilihan
Kelak penghuni hati pilihan-Nya
Semoga dapat membimbingku dalam mencari Ridho dan Jannah-Nya...Aamiin
عن رسول الله ص. م. انه كان يقول في دعائه اللهم ارزقني حبك وحب من ينفعني حبه عندك اللهم مارزقتني ممااحب فاجعله قوة لي فيماتحب اللهم ومازويت عني مما احب فاجعله فراغا لي فيما تحب (رواه الترمذي)
Artinya:
Dari Rasulullah Saw. yang bersabda dalam satu doanya, “ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (H R. Al-Tirmidi)..
Dari Rasulullah Saw. yang bersabda dalam satu doanya, “ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta oran yang bermanfaat buat ku cintanya di sisiMu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku diantara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai. (H R. Al-Tirmidi)..
With Love,
AN
Senin, 14 September 2015
Mimpi
Denyut nadi yang tak henti
Menapak langkah teguhkan hati
Tentang harapan tentang cita
Walau jauh kan ku tempuh jua
Ketika rinduku berubah menjadi rindumu
Mimpi itu kian mendekat dan mendekap lelap tidurku
Walau kadang mimpi itu terlihat jauh
Tapi jauh bukanlah sebuah kepastian bahwa itu tak akan terwujud
Berlari melewati waktu
Melangkah jauh pergi
Untuk menembus masa depan yang cerah
Tanpa sadar ku dapat semangat baru
dan mengejar segala impian yang terpendam...
With love,
AN
(140915)
Menapak langkah teguhkan hati
Tentang harapan tentang cita
Walau jauh kan ku tempuh jua
Ketika rinduku berubah menjadi rindumu
Mimpi itu kian mendekat dan mendekap lelap tidurku
Walau kadang mimpi itu terlihat jauh
Tapi jauh bukanlah sebuah kepastian bahwa itu tak akan terwujud
Berlari melewati waktu
Melangkah jauh pergi
Untuk menembus masa depan yang cerah
Tanpa sadar ku dapat semangat baru
dan mengejar segala impian yang terpendam...
With love,
AN
(140915)
Selasa, 08 September 2015
#Cuplikan - Ayah by Andrea Hirata
Cinta adalah mahkota puisi
Musim adalah giwang puisi
Hujan adalah kalung puisi
Bulan adalah gelang puisi
Cincin adalah perhiasan
(Novel Ayah – Halaman 37)
Datangkan seribu serdadu untuk membekukku!
Bidikkan seribu senapan, tepat ke ulu hatiku!
Langit menjadi saksi bahwa aku di sini, untuk mencintaimu!
Dan biarkan aku mati dalam keharuman cintamu….
(Novel Ayah – Halaman 110)
Kulalui sungai yang berliku
Jalan panjang sejauh pandang
Debur ombak yang menerjang
Kukejar bayangan sayap elang
Di situlah kutemukan jejak-jejak untuk pulang
Ayahku, kini aku telah datang
Ayahku, lihatlah, aku sudah pulang
(Novel Ayah – Halaman 384)
“Ingat, Boi, dalam hidup ini sumua terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu – halaman 394”
Sabtu, 05 September 2015
#Catatan - Hujan Bulan Juni
Ini sudah Juni, meski tak ada hujan yang tabah, "katamu.
Kupikir, Juni tak akan ada lagi hujan. Hanya panas dan terik yang menyengat.Namun nyatanya hujan datang lebih awal di bulan Juni. Turun dan berlari-larian.
Hujan di bulan Juni, kata Sapardi.
Adakah yang lebih tabah dari hujan bulan Juni milik Sapardi?
Dan katamu lagi, "tak ada hujan yang tabah."
Bagaimana dengan hujan di pelupuk mata yang juga deras di awal bulan Juni? Cukup tabahkah ia menurutmu? Kurasa jawaban yang akan terlontar dari mulutmu adalah tidak.
Adakah yang lebih tabah dari hujan bulan Juni milik Sapardi? Yang turun memendam segala kerinduan, mengalirkan segenap do'a, membumbungkan segala harap.
Tabahkah hujan di pelupuk mata? Yang mengalirkan mantra-mantra do'a atas rindu-rindu yang tak lagi terjamah. Egoiskah hujan di pelupuk mata yang mengharap waktu sekedar kecup? Hinakah jika ia mengemis sedikit perhatian yang tak lagi dirasa?
Tabahkah hujan di pelupuk mata? Yang mengalirkan mantra-mantra do'a atas rindu-rindu yang tak lagi terjamah. Egoiskah hujan di pelupuk mata yang mengharap waktu sekedar kecup? Hinakah jika ia mengemis sedikit perhatian yang tak lagi dirasa?
Meski ia memilih tabah untuk menyimpan rindu-rindu yang entah sampai kapan, menunggumu sebagai tempat berpulang. Berharap segala luka dan kecewa menguap dibawa serta.
Melalui hujan yang tak pernah bisa berucap.
Aku percaya, ada hujan yang lebih tabah dari hujan bulan Juni milik Sapardi.
With Love,
AN (040915)
Selasa, 01 September 2015
Sunrise
Sentuhan dingin merasuki kalbu..
Mentari bersembunyi lalu nampak perlahan
Membelah angin dan mulai merahkan batas langit
Oohh..Sunrise
Temukanlah sebuah harapan
Untuk hangatkan hari..
Dan menjemput harapan baru...
Ada sinar kehidupan mulai terangi ufuk timur
Ada pencerahan dan keberaninan terbangkan angan
Untuk menyampaikan salam hangatmu pagi hari..
With Love...
AN (300815 - Gunung Lembu~Purwakarta)
Jumat, 21 Agustus 2015
Senja
Bila ada yang harus pergi, aku yang akan pergi. Tenggelam seperti senja yang harus tenggelam. Gugur seperti daun yang harus gugur. Lenyap kepada sang pemilik rindu, aku akan pergi. Mengikhlaskan tempat dan berganti dengan angan yang terbaik untuk membahagiakanmu....
Pada senja itu ada bait-bait syukur yang tersamar diantara barisan camar yang menuju rumah...
Pict taken by : Suti
Place : Embung Nglanggeran - Gunungkidul Yogyakarta (160815)
With Love,
AN
Place : Embung Nglanggeran - Gunungkidul Yogyakarta (160815)
With Love,
AN
Kamis, 26 Maret 2015
L O V E
Cintaku...seseorang yang hanya bisa kulihat dari jauh
Kau tak pernah bertanya padaku seberapa banyak aku mencintaimu...
Cintaku padamu lebih dalam daripada apapun
Tak peduli betapapun tingginya hal itu, cintaku pasti tak akan bisa meraih ketinggian itu
Kau tak pernah bertanya padaku seberapa banyak aku mencintaimu...
Cintaku padamu lebih dalam daripada apapun
Tak peduli betapapun tingginya hal itu, cintaku pasti tak akan bisa meraih ketinggian itu
Cinta-Mu lebih berharga dari batu yang paling berharga...
Cinta-Mu lebih terang daripada berlian…
Lebih bercahaya daripada seluruh semesta...
Aku hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik
Demi mengharap Ridha dari-Mu
With Love,
AN
AN
Rabu, 25 Maret 2015
Suatu Sore
Ku telusuri jalan panjang
Penuh liku dan rintangan
Angin bertiup menerpa dahan
Daun-daunpun mulai jatuh berguguran
Aku masih terdiam duduk di sini
Menikmati hembusan angin yang melewati raga ini
Deburan ombak memecahkan karang
Membangunkanku dari lamunan panjang
Ingin sejenak memejamkan mata
Melepas penat dari rutinitas
Untuk sang raga dan hati...
Aku tidak meminta lebih hanya sejenak sudah cukup
Lembayung senja telah tiba
Namun kaki enggan melangkah
Tetap terpaku menikmati angin dan deburan ombak...
With Love,
AN
Penuh liku dan rintangan
Angin bertiup menerpa dahan
Daun-daunpun mulai jatuh berguguran
Aku masih terdiam duduk di sini
Menikmati hembusan angin yang melewati raga ini
Deburan ombak memecahkan karang
Membangunkanku dari lamunan panjang
Ingin sejenak memejamkan mata
Melepas penat dari rutinitas
Untuk sang raga dan hati...
Aku tidak meminta lebih hanya sejenak sudah cukup
Lembayung senja telah tiba
Namun kaki enggan melangkah
Tetap terpaku menikmati angin dan deburan ombak...
With Love,
AN
Langganan:
Postingan (Atom)


